Posts

Ormas Minta Jatah Lebaran, Kapolda: Kalau Melanggar, Kita Sikat!

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengingatkan agar organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak meminta jatah tunjangan hari raya (THR) maupun paket lebaran secara paksa. Polisi siap menindak bila ditemukan unsur tindak pidana. PT BESTPROFIT "Kalau melanggar tindak pidana, kita sikat," ucap Rudy usai memimpin apel gelar pasukan operasi ketupat Lodaya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (28/5/2019).  BEST PROFIT Rudy mengatakan meminta dengan cara memaksa apalagi hingga mengintimidasi bisa termasuk kategori tindak pidana. Maka dari itu, dia meminta agar para ormas untuk tidak meminta-minta jatah hingga masyarakat merasa takut. BESTPROFIT "Pokoknya yang melanggar tindak pidana kita sikat. Walaupun menjelang atau pas waktu lebaran, kalau pelaku tindak pidana harus ditindak," kata Rudy.  Sementara itu Kepala Kesbangpol Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan pihaknya juga mengimbau agar ormas-ormas di Kota Bandung tidak meminta jatah THR dan pake...

Polisi Pantau Video Viral Bule 'Pak Jerry' Tuding Pemerintahan Jokowi Komunis

Sebuah video seorang pria bule yang mengkritisi pemerintahan Republik Indonesia, beredar viral di media sosial. Bule itu juga mendesak agar Presiden Joko Widodo turun dari kepemimpinannya. PT BESTPROFIT Video itu berdurasi 1 menit 17 detik. Dalam video tersebut tampak seorang pria bule membawa tas ransel berada di dalam sebuah ruangan. BESTPROFIT Seorang pria mewawancaranya dan merekamnya melalui kamera ponsel. Pria yang mewawancara menyebut bule itu bernama 'Pak Jerry' "Assalamualaikum Pak Jerry," kata pria tersebut mengawali percakapan dengan bule tersebut, seperti dilihat detikcom, Selasa (28/5/2019). BEST PROFIT Jerry kemudian menjawab salam tersebut. Jerry lalu ditanya soal kondisi Indonesia saat ini menurut cara pandang dirinya. "Oh memang kondisi Indonesia sekarang sangat parah, terlalu banyak kecurangan sama rezim yang sekarang," kata Jerry.  Jerry juga menyebut bahwa pemerintah saat ini disusupi oleh komunis yang akan merebut...

Perusuh 22 Mei Incar Nyawa 4 Tokoh, TKN Minta Polisi Tangkap Dalangnya

Polisi menyebut perusuh 22 Mei menargetkan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta polisi segera mengusut dan mencari tahu aktor di balik rencana jahat itu. PT BESTPROFIT "Jadi, kalau menurut saya, sekarang ini harus didorong agar dalang atau pelaku betul-betul harus ditangkap, dicari, agar jelas terang benderang di depan kita, mata kita, bahwa kasus ini betul-betul kasus yang riskan, dan tujuannya emang untuk menghancurkan negara kita," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Selasa (28/5/2019). BEST PROFIT "Jadi sekali lagi sebaiknya polisi bekerja keras mengungkap dalang kerusuhan dan perusuh-perusuh yang ada, yang ingin menghancurkan bangsa kita," tegasnya. BESTPROFIT Meski begitu, Karding tetap mengapresiasi kinerja polri yang telah mengusut satu per satu kasus ini. Dia juga mengapresiasi kerja polri yang selama ini telah beker...

Mardani: Banyak Pemilih Prabowo Belum Siap Lihat AHY-Jokowi Bertemu

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) bercerita soal putranya yakni Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) yang di-bully usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Siapa pem-bully AHY yang dimaksud SBY? PT BESTPROFIT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak yakin pem-bully AHY berasal dari pihaknya. Meski begitu, tak bisa dipungkiri, ada orang-orang dalam BPN Prabowo-Sandi yang tak rela melihat AHY dan Jokowi bertemu. Sebagaimana diketahui, Jokowi adalah rival Prabowo dan Partai Demokrat adalah salah satu parpol pendukung Prabowo-Sandiaga. BEST PROFIT "Masih banyak pemilih Pak Prabowo yang belum siap menerima pertemuan itu mungkin. Tapi saya tidak yakin sampai mem-bully AHY," kata Juru Bicara BPN, Mardani Ali Sera, kepada wartawan, Selasa (28/5/2019). Mardani memuji SBY sebagai politikus ulung sekaligus negarawan. Wajar bila SBY prihatin dengan fenomena 'serangan' kepada AHY. Dia berharap SBY bisa jernih melihat fenome...

Hampir 100 Personel SAR Siaga di Jalur Mudik Jawa Barat

 Kantor SAR Bandung siap siaga di jalur mudik yang berada di Jawa Barat. Hampir seratus personel dikerahkan untuk Siaga SAR Lebaran 2019. PT BESTPROFIT Pantauan detikcom, Senin (27/5/2019), dalam simulasinya, anggota Kantor SAR Bandung melakukan Siaga SAR Lebaran 2019 di jalur mudik Nagreg yang melibatkan banyak anggota dan peralatan. BEST PROFIT Puluhan anggota yang mengendarai Motor ATV, Motor Trail, Mobil SAR dan Truk SAR yang digunakannya untuk mengangkut anggota dan peralatan berputar di jalur mudik Nagreg. Hal itu akan dilakukan pada Siaga Lebaran 2019 di jalur mudik dari Tanggal 28 Mei sampai 13 Juni 2019. "Hari ini kami Basarnas di seluruh Indonesia melalui apel kesiapsiagaan Lebaran 2019. Untuk Kantor SAR Bandung di Jawa Barat ini secara personel dan peralatan kami siap mendukung kesiapsiagaan Lebaran 2019," kata Kepala Basarnas Kabar Deden Ridwansyah usai memimpin apel di Kantor SAR Bandung, Jalan Raya Badung-Garut. BESTPROFIT Ia mengungkapkan, puluha...

Jaksa Tuntut Habib Bahar bin Smith Usai Lebaran

Habib Bahar bin Smith tengah menjalani persidangan kasus penganiayaan terhadap dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Jaksa akan membacakan tuntutan atas kasus itu setelah lebaran.  PT BESTPROFIT "Untuk sidang selanjutnya, agendanya tuntutan. Nanti akan dibacakan pada hari Kamis 13 Juni 2019," ucap Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Abdul Muis Ali saat dikonfirmasi, Jumat (24/5/2019).  BEST PROFIT Abdul mengatakan dalam tuntutan nanti, seluruh fakta persidangan akan dimasukkan dalam berkas tuntutan. Fakta persidangan akan dijadikan pertimbangan memberatkan dan meringankan.   BESTPROFIT "Fakta-fakta yang terungkap di persidangan, akan menjadi pertimbangan baik hal memberatkan maupun meringankan bagi terdakwa," kata Abdul.  Dalam persidangan, sejumlah saksi dan ahli sudah dihadirkan. Bahkan tim pengacara Bahar telah menghadirkan saksi meringankan berjumlah 5 orang terdiri dari 4 saksi dan satu ahli pidana...

Tak Ikut Main Politik Uang, Sebab Elma Theana Gagal ke Senayan?

Elma Theana  blak-blakan soal fenomena politik uang yang marak di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Katanya, pilihan masyarakat sangat tergantung pada Calon Legislatif (Caleg) yang memberikan 'serangan fajar' alias uang.  PT BESTPROFIT Diakui Elma Theana, politik uang menjadi sebab dirinya gagal melenggang ke Senayan. Maklum, perempuan 44 tahun itu mengaku tak sanggup jika harus menggelontorkan dana demi mendapatkan suara masyarakat. "Jadi ternyata memang masyarakat sekarang bukan hanya diberikan program saja. Tidak butuh program kita. Jadi kita punya program sebaik apa, tapi ternyata kita kalah dengan money politic, gitu," ujar Elma Theana kepada detikHOT, saat ditemui di Hotel Cosmo Amaroossa, Antasari, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019) malam. BEST PROFIT Elma Theana mengaku upayanya mengedukasi masyarakat untuk tak terpengaruh dengan uang sudah dilakukan secara maksimal. Namun, ia menilai usahanya tersebut gagal total. "Saya nggak punya sa...