Bupati Talaud Sebut Pengusaha Beri Tas karena 'Senang', Bukan 'Suka'
Bupati Kepulauan Talaud,
Sri Wahyumi Maria Manalip, menepis telah menerima barang-barang mewah
dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo. Sri menyebut, kalau sampai Bernard
memberikan barang padanya itu karena 'senang', bukan 'suka', maksudnya?
PT BESTPROFIT
Sri menyampaikan itu usai menjalani pemeriksaan di KPK. Dia mengatakan dibawa penyidik KPK dari Talaud ke Jakarta tanpa adanya barang bukti di tangannya.
BEST PROFIT
"Pak Bernard membelikan barang itu. Membelikan ya, bukan memberikan. Karena kalau memberikan, saya sudah menerima. (Tapi) saya tidak pernah menerima barang itu," kata Sri di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).
"Kalau pun dia memberikan itu, dia senang dengan saya. Senang, bukan suka. Jadi beda kan senang dengan suka," imbuh Sri.
BEST PROFIT
Lagipula menurut Sri jabatannya sebagai bupati tinggal 2 bulan lagi sehingga menurutnya pemberian dari Bernard itu tidak terkait jabatannya. Untuk itulah, Sri menyebut operasi tangkap tangan (OTT) padanya sebagai pembunuhan karakter.
"Saya merasa sebagai pembunuhan karakter untuk saya. Karena saya tidak pernah memegang barang bukti. Barang bukti pun tidak ada saya dibawa ke sini," ucap Sri.
Sedari awal memang KPK tidak menyebut barang-barang bukti dalam OTT terhadap Sri berada di tangannya. Namun KPK mengantongi bukti bahwa barang-barang itu ditujukan untuk Sri.
Hal itu disampaikan KPK dalam konferensi pers terkait OTT tersebut pada 30 April lalu. Selengkapnya bisa dicek dalam tautan berita di bawah ini:
PT BESTPROFIT
Sri menyampaikan itu usai menjalani pemeriksaan di KPK. Dia mengatakan dibawa penyidik KPK dari Talaud ke Jakarta tanpa adanya barang bukti di tangannya.
BEST PROFIT
"Pak Bernard membelikan barang itu. Membelikan ya, bukan memberikan. Karena kalau memberikan, saya sudah menerima. (Tapi) saya tidak pernah menerima barang itu," kata Sri di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).
"Kalau pun dia memberikan itu, dia senang dengan saya. Senang, bukan suka. Jadi beda kan senang dengan suka," imbuh Sri.
BEST PROFIT
Lagipula menurut Sri jabatannya sebagai bupati tinggal 2 bulan lagi sehingga menurutnya pemberian dari Bernard itu tidak terkait jabatannya. Untuk itulah, Sri menyebut operasi tangkap tangan (OTT) padanya sebagai pembunuhan karakter.
"Saya merasa sebagai pembunuhan karakter untuk saya. Karena saya tidak pernah memegang barang bukti. Barang bukti pun tidak ada saya dibawa ke sini," ucap Sri.
Sedari awal memang KPK tidak menyebut barang-barang bukti dalam OTT terhadap Sri berada di tangannya. Namun KPK mengantongi bukti bahwa barang-barang itu ditujukan untuk Sri.
Hal itu disampaikan KPK dalam konferensi pers terkait OTT tersebut pada 30 April lalu. Selengkapnya bisa dicek dalam tautan berita di bawah ini:
Dalam perkara itu Sri diduga menerima suap dari Bernhard melalui orang
kepercayaannya bernama Benhur Lalenoh. Suap berupa barang mewah itu
disebut KPK terkait proyek revitalisasi pasar di Talaud.
Sri diduga menerima suap dalam bentuk barang dan uang senilai total Rp 513 juta, yang merupakan bagian dari fee 10 persen yang dimintanya. Sri, Benhur, dan Bernard pun ditetapkan KPK sebagai tersangka.
Sri diduga menerima suap dalam bentuk barang dan uang senilai total Rp 513 juta, yang merupakan bagian dari fee 10 persen yang dimintanya. Sri, Benhur, dan Bernard pun ditetapkan KPK sebagai tersangka.
Comments
Post a Comment