Sesuai rencana awal, sambungnya,
pilot project akan menjaring sekitar dua juta penerima Kartu Prakerja. Total anggaran yang disiapkan untuk keseluruhan program mencapai Rp10 triliun.
Airlangga mengatakan masing-masing penerima Kartu Prakerja akan mendapat uang sebesar Rp3 juta sampai Rp7 juta per penerima. Jumlah ini sesuai jenis pelatihan yang diterima oleh masing-masing penerima.
"Pelatihan mencakup teknik industri tertentu seperti digital, lifestyle, fotografi, perawatan, properti, pertanian, penjualan, perbankan, dan lainnya," katanya.
Program Kartu Prakerja adalah bantuan pelatihan vokasi dari pemerintah yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh aktif, dan/atau pekerja atau buruh yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Program tersebut merupakan salah satu janji yang disampaikan Presiden Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden 2019.
PT BestProfitMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah sebelumnya menyatakan total insentif sebesar Rp3,65 juta sampai dengan Rp7,65 juta per kepala yang digelontorkan untuk program tersebut nantinya akan digunakan untuk empat keperluan.
Pertama, membiayai pelatihan.
"Biaya pelatihan Rp3 juta- Rp7 juta itu bergantung dari jenis pelatihan yang diikuti peserta," kata Ida beberapa waktu lalu.
Kedua, untuk biaya sertifikasi. Untuk sertifikasi, Ida menyebut biaya akan disubsidi pemerintah. Subsidi diberikan sebanyak Rp0- Rp900 ribu.
"Nah, sertifikasi itu sendiri bergantung perusahaan butuh sertifikasi atau tidak, kalau tidak ada ya nol," katanya.
Ketiga, untuk insentif paska pelatihan. Peserta akan diberikan insentif sebesar Rp500 ribu untuk kebutuhan melamar pekerjaan.
PT BestProfit Futures
Comments
Post a Comment