Pasar Asuransi Syariah Kecil, Sri Mulyani Bidik Milenial
- Get link
- X
- Other Apps
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ingin membidik kalangan milenial untuk meningkatkan pangsa pasar industri asuransi syariah di Indonesia. Rencananya, milenial yang akan digarap adalah mereka yang baru menjadi orang tua namun sudah memikirkan masa depan anak ke depan. Best Profit
"(Pangsa pasar) asuransi syariah masih sangat kecil, hanya 3,3 persen. Oleh karena itu, ini harus direspons dengan peningkatan industri karena demand-nya ada dan meningkat," ujar Ani, sapaan akrabnya, saat rapat bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR, Senin (5/10).
Menurut Ani, pasar asuransi syariah sangat mungkin dikembangkan di Indonesia. Maklum, ada sekitar 267 juta penduduk di negara ini.
Apalagi, belum banyak masyarakat yang memiliki asuransi pribadi. Bahkan, asuransi kesehatan dari negara pun seperti BPJS Kesehatan belum dikantongi semua masyarakat. PT Bestprofit
"Demand terus meningkat dari yang basic seperti asuransi untuk anak sekolah maupun asuransi kesehatan yang non BPJS maupun life insurance, ini potensi yang besar," ungkapnya.
Begitu juga dengan para milenial yang baru berumah tangga dan menjadi orang tua. Hal ini tak lepas dari faktor demografi Indonesia yang mayoritas didominasi usia produktif. PT Bestprofit Futures
Senada, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan potensi pasar asuransi nasional di dalam negeri sejatinya masih besar. Apalagi, bila memungkinkan juga untuk bisa menggarap pasar regional dan internasional."Market kita besar dan growing, ini potensial. Ada kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi jiwa, terutama anak-anak milenial yang jadi first time parent, yang mereka sadari 'Oh perlu disiapkan untuk anak-anak mereka', jadi ada growing demand dan market yang sangat besar," tuturnya.
"Asuransi jiwa itu kalau di daerah potensinya besar sekali, belum kami explore," ucap Wimboh.
"Dan tentunya harus belajar dari asuransi yang lebih besar, yang sudah global, dan kami sudah mempunyai beberapa asuransi asing yang bisa jadi benchmark," tuturnya.Hanya saja, Wimboh mengakui ada beberapa tantangan yang perlu ditaklukkan oleh para asuransi syariah sebelum menikmati pangsa pasar yang lebih besar. Mulai dari permodalan, variasi dan kualitas produk, SDM, hingga pemasaran.
Di sisi lain, ia turut mengaku bahwa OJK sebagai pengawasan pun masih memiliki tantangan tersendiri, yakni melangsungkan reformasi industri secara menyeluruh.
"Ini bagaimana agar prudent dan governance, transparansi, dan untuk meningkatkan pengawasan cross border product juga akan dilanjutkan. Begitu juga edukasi masyarakat," pungkasnya.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment