Kementerian Pertanian Polandia mengonfirmasi temuan varian baru virus corona (Covid-19) pada binatang cerpelai atau mink, Sabtu (13/2) lalu. Varian virus yang ditemukan di peternakan Polandia Utara itu dilaporkan berpotensi menularkan virus dari cerpelai ke manusia, dan juga sebaliknya. Best Profit
"Data yang diperoleh dari Kepala Inspektorat Sanitasi, dan melihat kejadian tahun lalu di Denmark dan Belanda. Dengan jelas menunjukkan bahwa itu juga terjadi di Polandia. Virus ini dapat menyebar dari cerpelai ke manusia dan sebaliknya," kata Kementerian Pertanian Polandia mengutip Reuters, Minggu (14/2). Bestprofit
dapun varian Covid-19 itu menyusul temuan kasus pertama covid-19 pada cerpelai yang terjadi di daerah Kartuzy akhir bulan lalu. Pejabat Kementerian Pertanian mengatakan temuan itu menimbulkan kekhawatiran akan pemusnahan binatang cerpelai yang menjadi komoditas di 350 peternakan Polandia. PT Bestprofit
Kekhawatiran itu muncul usai Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada November lalu memutuskan untuk memusnahkan 15 juta cerpelai yang diduga menjadi episentrum Covid-19 di Denmark. PT Bestprofit Futures
Kasus Covid-19 tersebut tepatnya berada di Denmark bagian utara. Setidaknya ada setengah dari 783 kasus di sana yang berasal dari cerpelai, dan belasan kasus yang langsung tertular dari binatang itu. Lowongan Kerja
Tak hanya di Denmark,Pemerintah Belanda juga mengonfirmasi bahwa cerpelai telah menginfeksi setidaknya dua orang warga pada Mei tahun lalu.Saat itu, Pemerintah Denmark mengestimasi kerugian memusnahkan cerpelai bisa mencapai US$785 juta atau sekitar Rp11,2 triliun. Namun kepala kepolisian Denmark Thorkild Fogde menilai langkah itu perlu dilakukan segera.
Temuan itu lantas menjadi infeksi Covid-19 dari cerpelai pertama ke manusia di dunia. Pemerintah Belanda saat itu juga menemukan cerpelai yang telah terinfeksi virus corona itu ditemukan di empat dari 155 peternakan yang ada di Belanda.
Comments
Post a Comment