Daniel Mardhany, Vokalis Deadsquad yang Tersandung Narkoba

 Vokalis band metal Deadsquad, Daniel Mardhany dilaporkan  ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ganja, Minggu (2/5). Best Profit

"Ketangkap psiktropika, tapi nanti besok saya ekspose," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu (2/5). Bestprofit

Namun, Yusri belum menjelaskan lebih lanjut ihwal kronologi penangkapan tersebut. Dia juga enggan membeberkan barang bukti yang ditemukan saat penangkapan. PT Bestprofit

Yusri hanya menyebut bahwa Daniel ditangkap pada Sabtu (1/5) kemarin di Pamulang, Tangerang Selatan. "Positifnya mengandung ganja sama psikotropika," ucap Yusri. PT Bestprofit Futures

Saat ini, Daniel masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mendalami kasus dugaan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika yang menjeratnya. Lowongan Kerja

Nama Daniel Mardhany sendiri sudah dikenal semenjak Deadsquad merilis album debutnya, HORROR VISION, pada 2009 lalu.

Meski begitu, Daniel sendiri baru bergabung dengan Deadsquad pada 2008 menggantikan vokalis sebelumnya, Babal.

Sebelum bersama dengan Deadsquad, Daniel diketahui bergabung dalam band metal Abolish Conception, Alprakaliptik, serta sejumlah proyek band lainnya.

Pria kelahiran 25 Maret 1987 tersebut diketahui memiliki sejumlah kegiatan di luar band, mulai dari usaha pakaian hingga mendirikan label rekaman yang bernama Alaium Records.

Daniel Mardhany diketahui mulai mengenal musik metal ketika dirinya duduk di bangku SMP dengan band pertama yang dia gemari adalah SLIPKNOT. Kegemaran itu berlanjut dengan mulai aktif bermain band saat duduk di bangku SMA.

Deadsquad sendiri dikenal sebagai band yang mengusung technical death metal dengan nada-nada diatonis di dalamnya. Lagu-lagu Deadsquad dikenal memiliki tempo yang sangat cepat, teknik rumit, hingga ketukan cepat grinding.

Tercatat, Deadsquad telah menghasilkan sejumlah album, seperti Horror Vision (2009), Profanatik (2013), dan Tyranation (2016).

Mereka juga pernah menyabet sejumlah penghargaan, seperti Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik - Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards untuk Pragmatis Sintetis (2017), Best Death Metal Song - Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA) untuk Patriot Moral Prematur (2012), dan Favorite Metal Song - Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA) untuk Manufaktur Replika Baptis (2010).

Comments

Popular posts from this blog

Massa Lempari Batu ke Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

Jokowi Minta Asuransi dan Hak Korban SJ 182 Segera Diberikan

127 Nakes di Maros Sulsel Positif COVID-19 dalam 2 Minggu